Friday, August 10, 2012

dan hujan pun berhenti...

"kamu mau bunuh diri?" 
"ya, asal tidak hujan..."


Saya baru saja melahap satu novel berjudul "dan hujan pun berhenti" karya Farida Susanty. Dan saya kaget ketika membaca halaman terakhir. Di biografi singkatnya tertulis kelahiran 1990 dan novel ini terbit tahun 2007?? Haaa... Anak ini yang nulis novel beginian? Ditambah dengan di halaman Sepiring Anggur dia bercerita bahwa dia sudah nulis buku ini 2 tahun yang lalu ketika kelas 1 SMA. How could?? Di usia 17 tahun bisa menuliskan kisah seperti ini. *tepok jidat*

Hebat. Keren. Berbakat.

Saya merasa seperti menonton film, karena penggambaran situasi, keadaan dan tokoh yang begitu kuat. Dia seakan benar-benar mendalami karakter yang yang diciptakannya. Alur cerita yang maju dan mundur terjalin rapih dan berkesinambungan. Penyusunan cerita yang patut diacungi jempol. Konflik dan klimaks juga masuknya gak terlalu lama. Bikin nagih untuk membacanya dan terhanyut dalam karakter tokohnya.
Novel ini menyadarkan kita bahwa semua hal bisa dipandang dari dua sisi, baik ataupun buruk. Pemisah antara hal itu hanya setipis kertas.

Hati.
Dari hati semua berawal dan kembali ke hati. Jangan heran kalau tokoh cerita ini bisa berubah dalam sekejap saja. Itu adalah peran hati. Ketika hati berubah, tanpa sadar semua hal ikut berubah.

Ini tentang...
Leo yang tak takut akan apapun dan merasa bisa menjalani hidupnya seolah tanpa beban, ternyata sebenarnya pengecut yang gak berani menerima perasaan dia sebenarnya. Dia yang takut kehilangan, dan akhirnya memilih untuk lari dan tidak ingin memiliki apapun. Disini kita akan menemukan berbagai macam konflik eksternal dan internal dari sang tokoh utama. Perpaduan lengkap antara cinta, persahabatan dan keluarga yang bikin punya sejuta haru membacanya. Terutama surat dari sang ibu untuk Leo. Saya sampai bingung kok bisa penulis bikin kata-kata seindah ini.

Untuk masalah capslock (huruf besar) dimaafkan meskipun mengganggu karena penggunaan font yang benar-benar terlihat beda antara huruf besar dan huruf kecil.

Oh ya, berikut beberapa bagian atau kutipan kata-kata yang saya suka dari buku ini:

{Suka banget cerita kilas balik di bab 4. Penyampaiannya menarik banget.}

Hidup ini adalah mimpi. Atau, mimpi ini adalah hidup. Dimensi manusia begitu bias sehingga kita amat bebas untuk berharap. Yang mana saja yang kamu sukai, percayailah itu sebagai hidupmu

"Sejarah... Lo tau inti sejarah?? Sejarah adalah 99% kebenaran dan 1% kebohongan. Dan, mungkin nggak 1%. Mungkin lebih banyak. Karena sejarah nggak menarik tanpa kebohongan.."

Kini matahari telah datang. Hidup sudah dimulai. Apapun yang pernah kita lakukan kemarin, kita harus tetap maju melanjutkan hari di kalender.

Seeing you crying in my hand... My aching skin that's dying
and hoping to blend with the deepest part of your soul...
Cause it's my unbearable loneliness.
Somthing I want to make up before it all ends.
It's my last love. At any cost.

Hampir saja kumenyerah
Sebab segala tapak yang basah
Kini tak lagi menunjukan arah
Kubopong dengan desah
Tubuhmu yang tersungkur lelah
Mengapa diantara kita masih tersisa celah?

"Betapa manusia merasa dirinya kuat, padahal lemah luar biasa"

Ia sedang tidak ingin bertemu siapa-siapa saat ini. Ia hanya ingin melompat ke kamar mandi, menabrak cermin disana, dan menembus dimensi mimpi menuju dimensi nyata.

Saat itu segalanya memang hancur, namun ia tidak pernah kehilangan apa-apa.
Dan kini segalanya tampak normal, namun ia kehilangan segalanya.

{Tulisan awal bab 16. Suka sekali kata-katanya. *kepanjangan buat ditulis*}

"Cuma pengkhianat yang jelak-jelekin temennya dibelakang"

"Dia masih dengan normal bisa ketawa disini, ngoceh bareng kita! Dia nggak pernah nangis! Dia selalu ketawa, ketawa, dan ketawa! Klo sekarang akhirnya ke-knockout juga sama satu masalah gede karena cewek yang akhirnya bisa deket sama dia... KALO DIA AKHIRNYA JATOH JUGA, YA TOLONGIN! DORONG DIA! BUKANNYA MALAH PADA NGEJEKIN! ASLI GUE KECEWA BANGET!"

"Dan gue kasih tau lo, yang kita sebut sahabat sejati... Itu ORANG YANG NGGAK PERNAH BERHENTI PERCAYA SAMA SAHABATNYA SENDIRI, WALAUPUN DIA UDAH NGGAK PERCAYA LAGI SAMA KITA! YANG NGGAK PERNAH PERGI, APAPUN YANG TERJADI! KARENA GUE PERCAYA, PERSAHABATAN KITA ITU TALINYA KUAT BANGET DAN NGGAK GAMPANG BUAT DIPUTUSIN SAMA MASALAH CEMEN GINI!"

"Apa ini? Kenapa ada orang kaya gini di hidup gue yang penuh pengkhianat? Kenapa ada yang sampe pertaruhin nyawanya cuma buat sekedar supaya gue percaya dia? Gue.. Jadi bingung harus marah atau ketawa..."

{Surat dari Okasan (ibu) buat Leo. Saya tuliskan sebagian baitnya}
"Okasan baru sadar, Okasan sudah sejauh ini berjalan. Sudah selama ini Okasan hidup di dunia...
Tapi saat Okasan menoleh ke belakang, Okasan malah menemukan kehampaan yang luar biasa. Ketiadaan kenangan. Ketiadaan harapan. Ketiadaan sesuatu yang membuat Okasan bahagia, dan betapa Okasan terlalu sibuk dengan ketidak bahagiaan Okasan itu"
"Lalu tiba-tiba Okasan terenyak dengan sebutir cahaya kecil yang menerangi hati Okasan saat itu. Cahaya itu kecil, sekecil kunang-kunang di langit yang luas. Tapi, entah kenapa rasanya hangat sekali... Menyenangkan sekali... Dan cahaya itu adalah perasaan tentang kamu. Tentang Kazi. Tentang Cashey"

"Leo... Gue tahu elo. Keberanian elo untuk terus lanjutin hidup elo dengan bahagia... Setelah diperlakukan kaya gitu. Gue tahu semuanya. Semuanya". Cowok itu kembali tertawa. "Karena itulah gue jadi temen elo, Bego. Karena nyenengin buat gue, untuk berdiri disamping orang sekuar elo!"

"Lihat siapa yang kamu pertemukan sekarang, Ris..., bisik hatinya, menggelitiknya. Lihat, siapa yang Tuhan sodorin untuk pertama kali gue maafin..."

"Mereka tertawa. Tertawa dengan alasan yang sebenernya tidak lucu. Menertawakan kehidupan selalu menarik. Menertawakan kesedihan, lebih menarik lagi. Tapi, Leo memutuskan untuk hidup seperti itu saja. Flowing. Mengetahui ada sesuatu dibalik semuanya. Mensyukuri kesedihan dalam hidupnya. Mencari sisi-sisi aneh yang membahagiakan di baliknya"

Gue nggak ngerti kenapa sampe saat ini gue bisa percaya mereka. Gue nggak ngerti kenapa gue sampe ninggalin prinsip "semua orang itu munafik" yang selalu gue pegang teguh dulu. Gue nggak tau apa bukti kongkret yang bisa nunjukin mereka tulus.

Yang pasti gue percaya aja.
Secara aneh gue bisa bilang, gue percaya aja.
Lo yang udah tau kehidupan keras gue ampe saat ini pasti mahamin perasaan gue sekarang. Lo pasti ngerti, gue percaya.
Lo pasti mikir gini kalo ada orang yang mati cuman untuk bikin elo bahagia.
Lo pasti mikir gini kalo ada orang yang berani bilang ke elo bahwa ada yang rela lo bunuh kalo dia ngekhianatin elo.
Lo pasti mikir kayak gini kalo elo nemuin sekumpulan orang yang selalu nyambut lo hangat tiap kali lo ketemu mereka.
Lo pasti nggak akan bisa lari - sama kayak gue.

Gue pengen jadi cahaya suatu hari nanti.
Cahaya, tapi yang kaya matahari. Nyinarnya sendiri, nggak sama cahaya orang-orang. Gue yang nyinarin mereka.

^Haaaa... Too much kata-kata yang saya sukaaa. Hihi^


Judul buku: Dan hujan pun berhenti
Penulis: Farida susanty
Penerbit: GRASINDO
ISBN : 9797597091

Sukses terus buat Farida Susanty :).
*penasaran pengen beli buku Farida yang lainnya

Bengkalis, 8 Agustus 2012

7 comments:

  1. Haha... sama kaya saya, mbak. Aku juga baru baca akhir2 ini. Bedanya, dulu aku sempet liat dan ketakutan sendiri pas ngerasa 'beratnya' novel itu. Sekarang baru 'siap' bacanya. Sama2 terkesima. Sama2 nge fans.

    Oh, aku Elda, btw. Sori tiba2 nimbrung, hehe. Aku nemu blognya pas nyari cover book nya buat di attach in my blog. hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih ya dah mampir dan ninggalin jejak. Btw blognya keren loh, blog bahasa inggris. Pembahasannya pun sampai part 3 tentang novel ini. hihihihii..... ♥

      Salam kenal ya Elda. Aku Viba

      Delete
  2. Bener kak, keren bgt. Apalagi bisa bikin emosi aku ikutan meledak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju.... ;). Makasih ya udah mampir.

      Delete
    2. Sama-sama... :)
      Mampir2 juga dong kak ke blog aku :)

      Delete
  3. kira" masih ada enggak yah bulan" inih..?

    ReplyDelete